Analisis Regresi
Berdasarkan analisis regresi yang telah dilakukan, maka persamaan regresinya adalah sebagai beikut:
Y = α + β X
Keterangan : Y : Return Saham α : Intercept/alpha
X : Return Pasar β : Koefisien Regresi (mewakili Beta)
Berdasarkan dari data saham Elnusa, TBK, data IHSG, dan data LQ45 pada tanggal 1 Januari 2008 sampai 31 Maret 2010 yang kami peroleh, maka dapat kita hitung nilai β (beta) saham perusahaan dengan menggunakan program SPSS dan diterapkan menggunakan rumus diatas. Berikut hasil persamaan regresi yang kami dapat:
1. Persamaan regresi IHSG
Y = 0,001 + 0,531X
2. Persamaan regresi Indeks LQ45
Y = 0,001 + 0,504X
Berdasarkan hasil kedua persamaan regresi diatas diperoleh alpha (dalam hal ini berarti intercept) diketahui sebesar 0,001, sedangkan koefisien regresi yang mewakili nilai beta IHSG sebesar 0,531dan nilai beta Indeks LQ45 sebesar 0,504. Dengan persamaan regresi ini, maka kita dapat menghitung variabel dependen (Y) yang merupakan return saham dengan cara memasukkan variabel independen (X) yang merupakan return pasar ke dalam persamaan regresi ini.
Hasil persamaan regresi diatas menunjukkan bahwa jika return pasar tidak ada (nilainya tetap), maka nilai return saham Elnusa, TBK adalah sebesar 0.001. Nilai koefisien regresi IHSG adalah 0,531 dan nilai koefisien regresi Indeks LQ45 adalah 0,504 menunjukkan bahwa jika terjadi peningkatan 1% return pasar, maka return saham akan meningkat sebesar 0,531 dan 0,504.
Beta saham Elnusa, TBK yang sebesar 0,531 dan 0,504 yang keduanya berarti beta saham Elnusa, TBK < 1 menunjukkan bahwa resiko return saham untuk Elnusa, TBK memiliki resiko yang lebih kecil dari return pasar (IHSG) dan return pasar (Indeks LQ45) sehingga saham Elnusa, TBK relatif lebih aman untuk dibeli oleh para investor karena resikonya yang lebih kecil dari resiko pasar.
Kamis, 29 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar